PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL DAN NON FORMAL, WAHYUNI EKA SOFRIYANA



 PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL DAN NON FORMAL

Description: IAIN PWT (BARU)









Disusun Guna Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah Kapita Selekta Pendidikan Islam
Dosen Pengampu Rahman Afandi, S.Ag.M.S.I

Disusun Oleh :
MUCHAFIDOTUL ILMI               1423305158
6 PGMI D
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PURWOKERTO
2017
  BAB 1
     PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Lembaga pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan proses pendidikan karena lembaga berfungsi sebagai mediator dalam mengatur jalanya pendidikan. Dan pada zaman sekarang ini tampaknya tidaklah disebut pendidikan jika tidak ada lembaganya. Lembaga pendidikan dewasa ini juga sangat mutlak keberadaanya bagi kelancaran proses pendidikan. Dan pada zaman sekarang ini tampaknya tidaklah disebut pendidikan jika tidak ada lembaganya. Lembaga pendidikan dewasa ini juga  sangat mutlak keberadaanya bagi kelancaran proses pendidikan. Apalagi pendidikan itu dikaitkan dengan konsep Islam. Lembaga pendidikan islam merupakan suatu wadah dimana pendidikan dalam ruang lingkup keislaman melaksanakan tugasnya demi tercapainya cita- cita umat Islam.
Keluarga, masjid, pondok pesantren dan madrasah merupakan lembaga- lembaga pendidikan islam yang mutlak diperlukan di suatu Negara  secara umum atau di sebuah kota secara khususnya, karena lembaga- lembaga itu ibarat mesin pencetak uang yang akan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga, yang mana lembaga- lembaga pendidikan itu sendiri akan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mantap dalam aqidah keislaman. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan membahas masalah yng berkaitan dengan lembaga pendidikan islam tersebut. 
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pendidikan islam?
2.      Apa pengertian lembaga pendidikan islam?
3.      Apa saja problematika pendidikan formal dan non formal?










  






BAB II
                                         PEMBAHASAN

A.   Pengertian  pendidikan islam
Salah satu pandangan modern dari seorang ilmuan muslim, pakar pendidikan Islam DR. Muhammad S. A. Ibrahimy  ( Bangladesh) mengungkapkan pengertian pendidikan Islam yang berjangkauan luas, sebagai berikut :[1]
“ islamic education in true sense of the term, is a system of education which enables  man to lead his life according to the Islamic ideology, so that he may easily mould his life in accordance ith the nets of Islam. And thus peace and prosperity may prevail in his own life as well as in the whole world. These Islamic scheme of education is, of necessity an all embracing system, for Islam encomphasses the entire gamut of moslem’s life. It can justly be said that all branches of learning which are not Islamic are included in the Islamic eduation. The scope of Islamic education has been changing at different times. In view of the demands of the age and the development of science and technology, its scope has also widened.
Napas keislaman dalam pribadi seorang muslim merupakan elane vitale yang menggerakkan perilaku yang di perkokoh dengan ilmu pengetahuan yang luas, sehingga ia mampu memberikan jawaban yang tepat dan berguna terhadap tantangan perkembangan ilmu dan teknologi. Karena itu pendidikan Islam memiliki ruang lingkup yang berubah- ubah menurut waktu yang berbeda- bed. Ia bersikap lentur terhadap perkembangan kebutuhan umat manusia dari waktu ke waktu.
B.     Lembaga pendidikan Islam
Secara etimologi, lembaga adalah asal sesuatu, acuan, sesuatu yang memberi bentuk pada yang lain, badan atau organisasi yang bertujuan mengadakan sesuatu penelitian keilmuan atau melakukan usaha. Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa lembaga mengandung dua arti, yaitu:
1.      Pengertian secara fisik, materil, konkrit
2.      Pengertian secara non fisik, non materil dan abstrak
Dalam bahasa inggris, lembaga disebut  institut ( dalam pengertian fisik), yaitu sarana atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, dan lembaga tertentu, dan lembaga dalam pengertian non fisik di sebut dengan pranata. Ada dua unsur yang kontradiktif dalam pengertian lembaga, pertama pengertian fisik materill, konkret, dan kedua pengertian secara non fisik, non materill dan abstrak. terdapat dua versi pengertian lembaga dapat dimengerti karena lembaga ditinjau dari beberapa orang yang menggerakkannya, dan ditinjau dari aspek non fisik lembaga merupakan suatu system yang berperan membantu mencapai tujuan.
            Adapun lembaga pendidikan Islam secara terminology dapat diartikan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan islam. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan itu mengandung pengertian konkrit berupa sarana dan prasarana dan juga pengertian secara abstrak, dengan adanya norma dan peraturan- peraturan tertentu, serta penanggung jawab  pendidikan itu sendiri. Secara terminologi menurut Hasan Langgulung lembaga pendidikan adalah suatu sistem peraturan yang bersifat mujarrad, suatu konsepsi yang terdiri dari kode-kode, norma-norma, ideologi-ideologi dan sebagainya. Pendidikan islam termasuk bidang sosial sehingga dalam  kelembagaanya tidak terlepas dari lembaga- lembaga sosial yang ada. Lembaga sosial tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu:
1.      Asosiasi, misalnya universitas, persatuan atau perkumpulan.
2.      Organisasi khusus, misalnya penjara, rumah sakit dan sekolah- sekolah
3.      Pola tingkah laku yang menjadi kebiasaaan atau pola hubungan sosial yang mempunyai hubungan tertentu.
C.   Problematika pendidikan Islam Formal dan non formal
a.      Waktu dan tempat pelaksanaan
1.      Waktu
·         pada tanggal 18 april 2017
·         pukul 08.00- selesai
2. Tempat  :
·         pendidikan formal: SMA AN- NURIYYAH BUMIAYU
·         pendidikan non formal: TPQ MUSLIMAT NU  MIFTAKHUL HUDA GUNUNG AGUNG
2.      Gambaran umum sekolah
1.      Lembaga pendidikan formal
             Lembaga pendidikan formal yaitu badan pendidikan yang diselenggarakan di tempat tertentu (kelas) yang pendidikanya mempunyai jenjang pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi. Dari pengertian tersebut kita tahu bahwa lembaga pendidikan formal adalah sekolah. Karena proses belajarnya diadakan ditempat tertentu yaitu gedung sekolah, secara teratur atau sistematis, serta berlangsung mulai dari taman kanak- kanak sampai perguruan tinggi. Berdasarkan aturan resmi yang telah di tetapkan.
a.       Identitas sekolah
Nama sekolah  : SMA AN- NURIYYAH BUMIAYU
Alamat               : Jalan Raya Bandung No. 55 Desa/ kec. Bumiayu – Brebes    Jawa Tengah 52273
b.      Visi misi                :   SMA An- Nuriyyah Bumiayu akan selalu konsisten dalam melaksanakan tugas dan terus meningkatkan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana demi terciptanya suasana belajar dan  mengajar yang nyaman dan kondusif. Sehingga mampu  melahirkan lulusan yang kompeten dan berwawasan serta berakhlakul karimah, dan mampu bersaing secara sehat.
c.       Ekstrakulikuler      : 
Ø  Pramuka
Ø  Paskibra
Ø  PMR
Ø  ACC
Ø  Komputer
Ø  Olahraga
d.      Prestasi ( jika ada) :
Juara 2 futsal tingkat kabupaten
Juara 1 dan 2 tilawatil Qur’an

1.      Lembaga Pendidikan Non Formal
Pendidikan Islam non formal ialah pendidikan islam yang setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani anak- anak tertentu di dalam mencapai tujuan belajaranya.[2]
a.       Identitas Sekolah
Nama sekolah : TPQ MUSLIMAT NU MIFTAKHUL HUDA Gunung Agung.
Alamat                      :Jalan Raksandana No. 58 Rt 02 Rw 02 kecamatan bumijawa         kabupaten Tegal.
b.       Visi Misi
Visi :
·         Terbentuknya generasi Qur’ani yang berilmu, beramal, bertakwa, serta berakhlakul karimah
Misi :
·         Menanamkan dasar- dasar keimanan dan ketakwaan kepada Alloh dan Rasulnya
·         Melatih santri untuk membaca, menulis, memahami, dan mengamalkan Al- Qur’an
·         Menanamkan perilaku yang baik ( akhlakul karimah) dengan siapapun sebagaimana yang di contohkan rasululloh SAW.
c.       Ekstrakulikuler ( jika ada)
d.      Prestasi
·         juara II MTQ Putra pekan maulid TPA/ TPQ Kecamatan Bumijawa Tahun 2001
·         juara II Doa Pendek pekan maulid TPA/ TPQ Kecamatan Bumijawa tahun 2001
·         juara 1 menggambar tingkat kabupaten Tegal
A.    Hasil Penelitian ( problematika)
1.      Lembaga pendidikan formal
Lembaga pendidikan formal yang saya teliti adalah SMA An- Nuriyyah Bumiayu. SMA ini merupakan sebuah yayasan yang didirikan oleh KH. ABU NUR JAZULI NACHRAWI AMAITH (1924- 22 Desember 2010). Lembaga tersebut terdiri dari SMA An- Nuriyyah, SMP An- Nuriyyah dan PTQ An- Nuriyyah. Ketiga lembaga tersebut di pimpin oleh anak- anaknya termasuk di SMA An- Nuriyyah di pimpin oleh Pak Fakihuddin Amaith yang merupakan putera beliau.
Menurut observasi dan wawancara peneliti dengan salah satu guru ekstrakulikuler bahwa problem yang terjadi di SMA tersebut yaitu tentang kedisiplinan siswa kurang terutama dalam hal seragam dan kehadiran, kurangnya keaktifan siswa di Organisasi, serta tempat yang kurang strategis dikarenakan lembaga tersebut terdiri dari SMP dan SMA.
2.      Lembaga Pendidikan non formal
a.       Lembaga pendidikan non formal yang saya teliti yaitu TPQ MUSLIMAT NU MIFTAKHUL HUDA GUNUNG AGUNG. Lembaga ini didirikan oleh bapak Maadin dan S. Umroh ( suami istri ) pada tahun 1996.
Problematika yang ada dalam lembaga tersebut yaitu:
ü  kurangnya perhatian dari pemerintah sehingga sarana dan prasaran kurang strategis, kurang nyaman.
ü  Penghasilan guru berasal dari wali murid
ü  Keinginan wali murid yang memaksakan anaknya untuk menyelesaikan bacaan Iqra’y tidak sesuai kemampuanya
ü  Kurangnya perhatian dari wali murid.












BAB III
          PENUTUP

A.   Kesimpulan
            Lembaga pendidikan secara umum dapat diartikan sebagai badan usaha yang bergerak dan bertanggung jawab atas terselenggarakanya pendidikan terhadap anak didik. Adappun lembaga pendidikan islam dapat diartikan dengan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan.
            Lembaga pendidikan formal merupakan tempat yang paling memungkinkan seseorang meningkatkan pengetahuann, dan paling mudah untuk membina generasi muda yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat. Sesuai dengan tujuan pemerintah untuk mencerdaskan bangsa pendidikan yang dilakukan disekolah akan memudahkan pemerintah untuk mengetahui hasil dari tujuan pendidikan tersebut. Sedangkan pendidikan islam non formal ialah pendidikan islam yang setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani anak- anak tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya.
Problematika pendidikan islam formal dan non formal
1.      Pendidikan formal: SMA An- Nuriyyah Bumiayu
Problematika yang terjadi diantaranya:
·         kurangnya kedisiplinan siswa terutama dalam hal seragam dan kehadiran
·          kurangnya keaktifan siswa di organisasi.
·         serta tempat yang kurang strategis dikarenakan lembaga tersebut terdiri dari SMP dan SMA.
2.      Pendidikan non formal: TPQ MUSLIMAT NU  MIFTAKHUL HUDA GUNUNG AGUNG
Problematika yang terjadi diantaranya:
·         kurangnya perhatian dari pemerintah sehingga sarana dan prasaran kurang strategis, kurang nyaman.
·         Penghasilan guru berasal dari wali murid
·         Keinginan wali murid yang memaksakan anaknya untuk menyelesaikan bacaan Iqra’y tidak sesuai kemampuanya
·         Kurangnya perhatian dari wali murid
B.     Saran
1.      Lembaga Pendidikan formal        

§  Di tingkatkan kembali dalam hal kedisiplinan siswa
§  Lebih di tingkatkan kembali minat keaktifan siswa di organisasi karena dengan mengikuti organisasi siswa akan lebih bias berani berpendapat dan lebih mandiri, disiplin.
2.      Lembaga non formal
§  Pemerintah harus lebih memperhatikan lembaga tersebut terutama dalam hal penghasilan dan sarana prasarana
guru dan orang tua harus selalu komunikasi sehingga antara guru dan wali murid tahu perkembangan anak tersebut.
















DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Muzayyin,2003. Kapita Selekta Pendidikan Islam .Jakarta : PT Bumi Aksara
Kamil, mustofa,2011. Pendidikan nonformal. Bandung : ALFABETA
Anshar-mtk.blogspot.com













Lampiran
Lembaga Pendidikan Formal dan non Formal


Description: C:\Users\uset\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Sight_2017_05_01_180537_407.jpg




Description: C:\Users\uset\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\wp_ss_20170501_0001.png

Description: C:\Users\uset\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Sight_2017_05_01_180553_925.jpg


Description: C:\Users\uset\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20170502-WA0001.jpg

Description: C:\Users\uset\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\WP_20170501_18_55_11_Pro.jpg


[1] Muzayyin Arifin, kapita selekta pendidikan islam, ( Jakarta: Sinar Grafika Offset,2003), hlm.5
[2]  Mustofa Kamil,pendidikan non formal,(Bandung: Alfabeta,2011), hlm.17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL DAN NON FORMAL,DIAN NAELIL.M

TUGAS KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN ISLAM LATIFATUL MUYASAROH 6 PGMI D

Problematika pendidikan islam formal dan non formal,yunia caesar.p