Problematika Pendidikan Islam (Annisa Nurjannah)



PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM
(PENDIDIKAN FORMAL & NON FORMAL)
DI MI MUHAMMADIYAH PASIRMUNCANG & TPQ AS-SALAM KARANGLEWAS KIDUL
KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Description: C:\Users\My Mine\Downloads\index.jpg
Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur
Mata Kuliah              : Kapita Selekta Pendidikan
Dosen Pengampu      : Rahman Afandi  M.S.I
Disusun Oleh :
Annisa Nurjanah   1423305141
6 PGMI D
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Problematika pendidikan dalam plembaga pendidikan formal dan nonformal sebagai penyempurna tugas mata kuliah Kapita Selekta Pendidikan Islam. Makalah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun agar kami dapat memperbaiki pengrjaan makalah untuk selanjunya.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Penulis





BAB II
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan adalah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh semua individu, di dalam setiap ajaran agama menganjurkan agar setiap individu wajib berusaha mendapatkan pendidikan. Pendidikan pada dasarnya merupakan sebuah transformasi pengetahuan menuju kearah perbaikan,penguatan dan penyempurnaan semua potensi manusia. Oleh karena itu, pendidikan tidak pernah mengenal waktu dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan bisa dilakukan dimana saja kapan saja selagi manusia maish mau dan masih mampu melaksanakan pendidikan. Pendidikan dapat diperoleh melalui jalur formal, nonformal dan informal.
Dalam islam tujuan pendidikan yang ingin dicapai salah satunya adalah membentuk insan kamil yaitu manusia sempurna yang memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual sekaligus menjadikan manusia yang sempurna akhlaknya  yang nampak dan sejalan dengan misi kerasulan Nabi Muhammad SAW yaitu menyempurnakan akhlak mulia.
Sekolah merupakan sarana dan tempat menuntut ilmu bagi para peserta didik, juga tempat memperkaya dan memperluas keilmuan peserta didik.Pendidikan di Indonesia dikatakan maju, hal ini bisa dilihat perkembangan sekolah yang semakin lama semakin kreatif dalam menyiapkan peserta didiknya untuk menjadi manusia yang berguna kelak. Oleh sebab itu kita sebagai calon guru harus mampu menggunakan segala kemampuan kita, sehingga peserta didik bisa menyerap ilmu kita dengan baik. Jadi kita sebagai calon guru harus profesional dalam sebagai hal ini misalnya metode yang digunakan harus baik, sesuai dengan materi yang kita ajarkan, strateginya juga harus sesuai,yang penting dan perlu di miliki oleh seorang guru ialah mampu merespon peserta didik yang mempunyai banyak problem yang berbeda- beda. Guru harus bisa mengatasi problem yang dihadapi peserta didik terutama menyikapi belajar anak didik kita. Apalagi problematika pendidikan agama disekolah pasti banyak sekali problem- problem itu. Untuk mengetahui problem apa sajakah yang ada hubungannya dengan peserta didik beserta solusinya, kita akan membahas secara detail pada pembahasan selanjutnya.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Gambaran Umum MI Muhammadiyah Pasirmuncang (Lembaga Pendidikan Formal) dan TPQ As-salam Karanglewas Kidul(Lembaga Pendidikan Non Formal)
2.      Apa saja problematika yang ada di MI Muhammadiyah Pasir Muncang dan problematika pembelajaran di TPQ As-salam Karanglewas Kidul?
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui gambaran umum MI Muhammadiyah Pasirmuncang (Lembaga Pendidikan Formal) dan TPQ As-salam Karanglewas Kidul (Lembaga Pendidikan Non Formal)
2.      Untuk mengetahui problematika di MI Muhammadiyah Pasir Muncang dan TPQ As-salam Karanglewas Kidul






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu                         : Sabtu, 01 April 2017
Tempat            : MI Muhammadiyah Pasirmuncang dan TPQ As-salam Karanglewas Kidul
B.     Gambaran Umum Sekolah
1.      Lembaga pendidikan Formal
a.       Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : MI Muhammadiyah Pasirmuncang
Alamat                        : Jln. Veteran gg. Melati no.125 Pasirmuncang
Kepala Sekolah           : Wainah S.pd
Pendidikan formal merupakan bila dalam pendidikan tersebut diadakan ditempat tertentu, teratur, sistematis, mempunyai perpanjangan dan dalam kurun waktu tertentu, berlangsungnya mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, dan dilaksanakan berdasarkan aturan resmi yang telah ditetapkan.
Menurut Hadari Nawawi  mengelompokan lembaga pendidikan formal kepada lembaga pendidikan yang kegiatan pendidikannya diselengarakan secara sengaja, berencana, sistematis, dalam rangka membantu anak dalam mengembangkan potensinya agar mampu menjalankan tugasnya khalifah Allah dibumi.[1]
Sedangkan Gazalba, memasukan lembaga formal ini dalam jenis pendidikan sekunder, sementara pendidiknya adalah guru yang profesional di Negara Republik Indonesia ada 3 lembaga pendidikan yang diidentikan sebagai lembaga pendidikan islam, yaitu: pesantren, madrasah, dan sekolah milik organisasi islam dalam setiap  jenis dan jenjang yang ada. Lembaga pendidikan di Indonesia adalah:
a.         Raudhatul Athfal atau Busthanul Athfal/ nama lain dengan yang     disesuaikan dengan organisasi pendirinya.
b.         Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar Islam (SDI)
c.         Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sekolah Menengah Pertama Islam      (SMPI)/ atau nama-nama lain yang setingkat dengan pendidikan ini     yaitu: Madrasah Mualimin Mualimat, (MMA) Madrasah Mualimin         Atas (MMA),
d.         Perguruan Tinggi antara lain: Sekolah Tinggi Agama Islam, Institul             Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Islam Negeri (UIN), atau            Lembaga sejenis milik yayasan atau organisasi keislaman.

Ada beberapa langkah global yang harus bisa ditempuh untuk bisa mengembangkan manajemen agar fungsi lembaga pendidikan  berjalan baik :
1.         Pengembangan suatu organisasi atau lembaga menuntut sang” actor”           (top leader)-nya memiliki karakter progresif-kreatif-inovatif.
2.         Mengaplikasikan manajemen dalam melaksanakan tugas
3.         Manajemen diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi
4.         Kepemimpinan dan pengelolaan lembaga harus memegangi prinsip manajemen.
5.         Pemimpin lembaga pendidikan melakukan     planning,leading,organizing, dan controlling
6.         Cita-cita agar lembaga yang dikelola menjadi lembaga terbaik.
            Adapun Tujuan pendidikan islam bertumpu pada 6 aspek yaitu:
            1.         Tercapaianya pendidikan tauhid
            2.         Mengetahui ilmu Allah melalui pemahaman terhadap                                    kebenaran
            3.         Mengetahui kekuatan allah melalui pemahaman,kuantitas, dan                     kreatifitas
            4.         Mengetahui apa saja yang diperbuat manusia
b. Visi dan Misi MI Muhammadiyah Pasirmuncang
Visi: 
Membentuk generasi berilmu ( berakhlak islami,modern dan unggul
Misi :
ü  Menggali dan mengamalkan nilai-nilai islam di lingkungan madrasah
ü  Membangun budaya ilmiah di lingkungan madrasah
ü  Membudayakan keteladanan akhlak dan iptek
ü  Membangun budaya berprestasi bagi seluruh elemen personalia madrasah
ü  Mendorong siswa untuk memiliki skill sesuai dengan kebutuhan masih modern
c.       Ekstrakulikuler
·         Membatik
·         Volly
·         Sepak takrow
·         Tapak Suci
·         Hisbul Wathan
·         Pramuka
·         Retorika
d.      Pembiasaan :
a)      Sholat berjamaah
b)      Makan dan minum sambil duduk
c)      Patuh terhadap orangtua dan guru
e.       Fsilitas Sekolah :
a)      Ruang kelas representatif
b)      Perpustakaan
c)      LCD proyektor untuk pembelajaran
d)     Mobil antar jemput siswa
e)      Kantin Sehat
f.       Prestasi pada tahun ajaran 2016/17
·         Juara 1 lomba pidato bahansa inggris tingkat kabupaten banyumas
·         Juara 2 pidato bahasa indoesia tingkat kabupaten banyumas
·         Juara 1 lomba pidato bahasa inggris putri tingkat kecamatan purwokerto barat
·         Juara 1 lomba pidato bahasa jawa putra tingkat kecamatan purwokerto barat
·         Juara 3 lomba murotal putra tingkat kecamatan purwokerto barat
·         Juara 2 lomba pidato bahasa jawa putri tingkat kecamatan purwokerto barat

2.      Lembaga Pendidikan Nonformal
a.       Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : TPQ As-salam Karanglewas Kidul
Alamat                        : Kranglewas Kidul
Penanggung Jawab     : Ibu Ir. Hj Uswahtun Khasanah
b.      Kegiatan TPQ As-salam Karanglewas Kidul
1.      Membaca (Qiro’ati) dan Menulis Al-Qur’an
2.      Bimbingan praktek Ibadah seperti Sholat wajib, Sholat sunnah, wudlu, mengurus jenazah dll
3.      Bimbingan Akhlah

C.    Hasil Penelitian
1.      Problematika Lembaga Pendidikan Formal
Adapun problematika yang dihadapi di MI Muhammadiyah Pasirmuncang  yaitu kekurangan ruang karena jumlah siswa yang terus bertambah dan meningkat dan  dana pembangunan yang kurang.
2.      Problematika Lembaga Pendidikan Non Formal
Masalah yanga ada pada TPQ As-salam ini ada beberapa kendala ataupun masalah yang perlu segera di atasi baikoleh para ustadz dan ustadzah dan juga para santri yang ikut serta dalam proses belajar mengajar di TPQ As-salam Adapun masalah tersebut diantaranya yaitu:
a)      Tidak ada kejelasan mengenai pelajaran apa saja yang di ajarkan kepada siswa siswi pada proses belajar mengajar di TPA. Secara kurikulum, memang belum ada urutan kurikulum yang runtut secara baik yng di buat oleh pengelola TPA tersebut..
b)      Pengelolaan TPA kurang bagus, TPA bukanlah pendidikan formal, agaknya secara administrasi TPA ini dibilang sangatlah kurang, cara mempromosikanya juga kurang sehingga masyarakat agaknya kurang merespon adanya TPA ini.



















BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
Problematika pendidikan yang dihadapi lembaga pendidikan formal dan nonformal, tidak terlalu signifikan.
Problematika pendidikan yang ada di MI Muhammadiyah Pasir Muncang yakni kekurangan ruang karena jumlah siswa yang terus bertambah dan meningkat dan   dana pembangunan yang kurang.
Problematika pendidikan nonformal di TPQ As-salam Karanglewas Kidul yakni:
Tidak ada kejelasan mengenai pelajaran apa saja yang di ajarkan kepada siswa siswi pada proses belajar mengajar di TPQ. Secara kurikulum, memang belum ada urutan kurikulum yang runtut secara baik yng di buat oleh pengelola TPQ tersebut..
Pengelolaan TPQ kurang bagus, TPQ bukanlah pendidikan formal, agaknya secara administrasi TPQ ini dibilang sangatlah kurang, cara mempromosikanya juga kurang sehingga masyarakat agaknya kurang merespon adanya TPQ ini.
Saran
Lembaga pendidikan formal
MI Muhammadiyah Pasirmuncang sudah cukup masuk dalam kategori bagus. Dikarenakan tingkat prestasi yang sudah dimiliki, ekstrakulikuler yang diadakan dan fasilitas yang baik seperti ruang kelas yang representatif, perpustakaan, LCD proyektor, untuk pembelajaran, mobil antar jemput siswa dan kantin yang sehat. Kemudian sebaiknya untuk mengantisipasi jumlah kelas yang kurang, MI muhammadiyah Pasirmuncang memberlakukan sistem ujuan masuk pada siswa baru, sehingga masyarakat tidak begitu kecewa terhadap penolakan jumlah siswa yang mendaftar setiap taunnya.
Lembaga pendidikan nonformal
Sebaiknya antara orangtua peserta didik, ustad/ustadah dan masyarakat setempatb harus memiliki kerjasaa yang baik agar nantinya dapat menciptakan peserta didik yang pandai dan berakhlakul karimah.













DAFTAR PUSTAKA
Hisbuan,Lias. 2010. Kurikulum & pemikiran pendidikan. Jakarta: Gaung Persada.
Ramayulis. 2002. Ilmu pendidikan islam. Jakarta: kalam Mulia.
Ahmadi  Abu . 1991. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta.



[1] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991) hlm  171-172.

Komentar